Ketua Yayasan: Saya di Titik Nol!

Survei kecil saya membuktikan bahwa hampir 90% bilang setelah orang tua/keluarga, SMA TN-lah yang membuat saya bisa seperti saat ini. SMA kita adalah titik nol dari perjalanan hidup dewasa banyak dari kita.

Saya misalnya. Hampir seluruh teman dekat dan sebaya di kompleks tempat orang tua saya tinggal sudah berada di alam lain atau “pergi duluan”. Ya… I am the last man standing there.

Kejadian itu semua terjadi mulai saat saya berada di universitas. Hampir setiap tahun ada saja teman saya yang meninggal. ‘Han, anaknya Bu X meninggal’ atau ‘Han, si Y meninggal’ acap kali suara ibu saya terdengar di ujung telepon wartel dekat kos-kos-an saya.

Saya seringkali merenung apa jadinya saya tanpa SMA TN. Teman-teman saya yang seharusnya bermain dengan saya ‘sore-malam’ kalau saya tidak berada di Magelang, sudah mendahului. Apakah saya mampu untuk membentengi hidup saya atas godaan itu semua? Saya, Muhammad Hani Syarief, dengan lantang menjawab: TIDAK MAMPU.

Sudah lama saya menyimpulkan paruh perjalanan hidup saya, dimana setelah peran ‘lembaga’ pendidikan orang tua dan atau keluarga, yang paling memberikan pengaruh sampai sekarang ini adalah SMA TN. Dimana saya belajar dan hidup bersama 3 tahun lamanya. Dimana saya senang dan susah bersama. Dimana saya diberikan segala ‘kemewahan’ sampai kita bisa seperti hari ini. Ya… 3 tahun di SMA Taruna Nusantara adalah Titik Nol Muhammad Hani Syarief.

Apakah Titik Nol anda?

Salam,
Hani Syarief